Ayat-Ayat Cinta 2 : Antara Bertahan atau Beranjak

Buat kalian pecinta film terutama film Indonesia, pasti udah tau dong kalau Ayat-Ayat Cinta 2 akan tayang bulan Desember nanti. Dari awal kabar bahwa Ayat-Ayat Cinta 2 akan difilmkan, film tersebut langsung menuai banyak pertanyaan. Entah itu mengenai apakah film ini akan sama menggetarkannya dengan yang pertama? Atau, apakah film ini mampu menggambarkan apa yang ada dalam novel karya Habiburrahman El-Shirazy itu dengan baik?

Seperti yang kita ketahui, Film Ayat-Ayat Cinta 2 diangkat langsung dari novel karangan Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama. Sebelum film ini tayang pada Desember nanti, saya akan membahas tentang Buku Ayat-Ayat Cinta 2 yang begitu menggetarkan.

Seperti buku sebelumnya, Kang Abik –sapaan untuk Habiburrahman El-Shirazy- mampu mendeskripsikan sebuah latar tempat dan suasana dengan sangat apik. Bagaimana saya sebagai pembaca membayangkan kata demi kata yang beliau rangkai dengan indah. Diawali dengan latar suasana kota Edinburgh, Fahri mengawali kisah dalam Ayat-Ayat Cinta 2 ini. Fahri bukan lagi seorang mahasiswa tetapi sudah menjadi seorang dosen di University of Edinburgh.

Aisha, istrinya, menghilang dalam perjalanan menuju Palestina. Bersama seorang temannya, Aisha berangkat tanpa ditemai oleh Fahri. Teman Aisha ditemukan dalam kondisi tewas yang mengenaskan. Sedangkan Aisha hilang tanpa kabar, Jasadnya pun entah di mana, dan belum ditemukan. Akhirnya, setelah dua tahun dalam duka, Fahri menjalani hidupnya sendiri dengan ditemani oleh Paman Halusi, tanpa Aisha bersamanya di kota Edinburgh, kota kesukaan sang istri. Di Edinburgh, Fahri menjalani hari-harinya sebagai dosen dan memperbaiki citra Islam di Negara itu.

Seperti yang terdapat disinopsis novel ini, pertanyaan yang membangkitkan keingintahuan pembaca adalah akankah Fahri tetap sendiri setelah hilangnya Aisha? Dan apakah ia dapat bertemu dengan Aisha mengingat bahwa tidak ada jasad yang diketahui sebagai Istrinya?

Perjalanan Fahri dengan kesendiriannya mampu membuat banyak keingintahuan yang muncul. Dari mulai, pertemuan-pertemuannya dengan beberapa perempuan seperti Keira dan Hulya ataupun tentang kesehariannya dalam memperbaiki citra Islam yang cinta damai. Seperti menjadi ciri khas dari novel Kang Abik, tentang Islam banyak dimuat dalam novel ini. Dengan cara penyampaian yang baik tanpa kesan menggurui kita dapat mengenal Islam dengan sangat baik lewat novel ini.

Dalam buku yang begitu tebal ini, para penggemar novel ini pun penasaran bagaimana buku setebal itu bisa diringkas dalam sebuah film yang mungkin hanya berkisar satu hingga dua jam saja. Akankah nilai-nilai agama Islam yang banyak terdapat di novel itu juga ikut masuk dalam adegan-adegan di film yang diproduseri oleh Manoj Punjabi itu? Atau film tersebut lebih banyak mengangkat kisah hidup Fahri dalam menjalani harinya tanpa Aisha dan kebimbangannya mencari pengganti Aisha atau tidak?

Film yang akan diperan kan oleh artis-artis papan atas yang bagus dan berbakat ini menambah keingintahuannya para penikmat film ataupun para penggemar dari novel ini. Ada sosok Fahri yang kembali diperankan oleh Fedi Nuril, Keira yang diperankan oleh Chelsea islan, Hulya diperankan oleh Tatjana Saphira dan masih banyak lagi. Trailer film ini pun juga menampilkan adegan menegangkan dan cukup merinding dibuatnya. Bagaimana setting tempat kala Sabina, yang diperankan oleh Dewi Sandra begitu menegangkan seperti dalam sebuah perang di Palestina.

Begitu semangatnya, Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini tak luput dari promosi yang begitu besar. Soundtrack film ini tak tanggung-tanggung menggait setidaknya empat penyanyi keren. Tiga diantaranya telah sudah diketahui. Ada Kridayanti, Rossa, Isyana Sarasvati, dan Raisa.

Untuk itu, jangan sampai lupa untuk nonton film Ayat-Ayat Cinta 2 yang akan tayang pada 21 Desember 2017.

–05November2017



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca