Jurnalistik 2016: Journalism Of Proximity (JOOX)

Tanggal 4,5,dan 6 November 2016, saya mengikuti kegiatan Inaugurasi atau Ta’aruf atau juga Open House Keluarga Jurnalistik. Tanggal 4 November, setelah selesai kuliah kita berangkat malam sekitar jam 9an. Sampai villa di daerah puncak sekitar pukul 11 malam. Setelahnya kita dibagikan kamar dan istirahat.

Pagi harinya tanggal 5 November, kita senam di halaman villa. Villa tersebut juga sudah dihiasi oleh warna-warni dari balon ataupun hiasan yang dipajang oleh para panitia. Setelah makan pagi, kita mulai bermain, sebelumnya dibagikan kelompok terlebih dahulu.

Ada pos-pos gitu yang isinya materi ataupun pos yang isinya games. Games nya seru dari mulai lempar-lemparan kantung air, oper sarung yang pas diliat kayanya ribet, tapi ternyata tidak terlalu ribet seperti kelihatannya, pecahin balon sampai mencari nama panitia yang ditempel dalam bola mainan di dalam kolam renang, tapi ada satu yang menjijikan yaitu saat mengambil permen yang ada didalam sebuah nampan berair kopi yang sudah gak berasa kopinya, cuma tinggal baunya aja menggunakan mulut. Gue gak dapet! Sumpah… udah jijik duluan ituu 😀

Setelah itu, kita diizinkan mandi. Tapi karena krannya mati jadinya lama banget sampai baju basah setelah berenang tadi sudah kering di badan. Setelahnya ada materi dari kaka siapa yaa?? Lupa.. wkwkkw 😀 tentang jurnalistik fotografi.

Sekitar pukul 4 atau 5 sore, kita dikumpulkan menurut kelompok untuk membicarakan pentas inaugurasi yang akan diadakan malamnya dengan para mentor. Kelompok saya kebagian dance cover. Awalnya bingung mencari dance yang gampang diikutin. Akhirnya diputusin, cewe-ber 3- dance JKT48 yang Heavy Rotation. Yang cowo-ber 3- dance PPAP.

Dan malamnya kita pentas. Kocak parahhh… seruu. Dari mulai temen saya yang diem jadi beda banget pas meranin awkarin, akustik yang saya sendiri bingung itu apa coba maksudnya, kelompok saya yang pas bagian cowo bikin ngakak karena tampang begonya, sampai ada yang meranin tukang tisu di kampus dan mengcover lagu Project Pop – Bukan Superstar. Setelah pentas ada acara api unggun. Disitu dibagikan pemenang pentas dan penetapan raja dan ratu jurnalistik 2016.

Hari minggu, 6 November, pagi-pagi kita bermain games, setelah games, kita ada seminar dari Journo Liberta. Setelahnya, kita ada acara tukar kado, yang kadonya disebar ke kakak-kakak panitia, dan sudah tau banget bakal dikerjaiin dan itu bikin gue males.

Tapi yang saya gak sangkanya saya dikerjaiin bukan disuruh nyanyi atau apa tapi suruh nyari nama. Mondar-mandir ke kakak-kakak yang lain buat tanya nama panjang kakak yang pegang kado. Pas sudah dapet malah gak ada. Ehh.. tenyata dikerjaiin. Dan alasan kenapa saya dikerjaiin sampai segitunya bikin saya kesel banget, bete, dan mood langsung turun. Cuma karena itu adalah kado pertama yang dikumpulkan katanya harus diperjuangin. Rasanya saya mau melaknat pemikiran kaya gitu…

Setelahnya kita makan dan persiapan pulang. Kita pulang dari jam 1 atau 2 siang sampai UIN sekitar jam 7 an. Setelahnya saya tidorrr… wkwkwkwk

-7Nov2016



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca