Lidah Tak Bertulang, Tapi Lebih Tajam Dari Pedang

Lagi-lagi dan lagi tentang lunaknya lidah. Tapi, kali ini gue buat khusus di opini kali ini, khusus membahas tentang ucapan yang menyakiti dan pentingnya menjaga lisan. Pernah dengar kan tentang lidah tak bertulang lebih tajam dari pada pedang? Atau lidah lebih tajam daripada pedang? Itulah ungkapan yang sering kita dengar tentang lisan dan lidah.

Menjaga lisan sangat perlu. Banget. Bayangkan kalau seseorang ngomong tanpa filter dan tanpa dipikir dulu, pasti kita bakal kesal dan bisa banget membuat kita down. Semua orang pasti pernah yang namanya terkesan dengan lisan seseorang baik itu kesan baik maupun buruk. Kalau lisan itu membangun pasti itu membuat kita lebih baik dan merasa senang, seperti diapresiasi terhadap usaha kita. Tapi ketika lisan itu menjatuhkan, maka secara otomatis akan menyentuh hati dan membuat kesal sendiri. Padahal itu sesimple “lisan”. Tak terlihat tapi bisa menyakiti lebih dalam dari pedang.

Buat gue, lisan orang lain atau omongan orang lain yang jelek disaat gue lelah malah buat gue tambah lelah. Bayangkan ketika kita lagi capek-capeknya, denger omongan orang yang menjelakkan. Bawaannya udah kesal sendiri malah yang ada nangis juga bisa. Kaya kalian aja, pasti pernah kan kesal sama orang disaat lagi capek banget, dan itu karena omongan jelek dari orang itu juga. Kaya, apaan sih, lagi capek gini kok malah dibilang gitu. hehehe, ya semacam itulah ya.

Omongan atau lisan yang buruk itu lebih lagi ketika, dia gak tau apa-apa tentang diri kalian atau gak tau situasinya seperti apa, tapi malah dengan seenak jidatnya ngomong yang gak-gak. Belum tau tuh kebenarannya, tapi udah melontarkan ucapan yang bikin kita kesal. Itu kaya motong sesuatu pake pedang dikegelapan. Gak lihat motong apa tapi bikin sakit hati.

Nah dari situ, penting banget yang namanya menjaga lisan. Tapi bukan cuma buat diumbar-umbar harus menjaga lisan ke sosial media, tapi sendirinya lisannya gak dijaga. Paham kan? Atau, kesal sama lisan A tapi gak menjaga lisannya sendiri ke B, padahal bisa aja itu timbal balik dari omongan dia ke B, ya semacam karma mungkin. Jadi intinya kaya, kalau kalian gak mau disakitin lewat lisan ya jangan nyakitin orang juga dengan lisan kalian. hehehe

Buat orang yang sering banget ngomong tanpa difilter atau asal ngomong emang sulit sih. Kaya udah kebiasaan. Tapi kalau gak dicoba dihilangkan juga susah juga ke depannya. Siapa yang temenan sama orang yang mulutnya gak ada filternya?

So, kesimpulannya adalah dipikir dulu sebelum ngomong, apakah suatu hal yang akan kita ungkap suatu yang buruk dan menyakiti atau tidak. Kalau tidak menyakiti ya gak masalah untuk diungkapkan. Selagi itu membawa kedamaian untuk orang yang kita tuju ya gak masalah. Yang masalah ketika omongan kita menyakiti orang yang harus direm. Lebih baik menggunakan bahasa yang lebih bagus atau tidak usah dikatakan. Lagi-lagi menjaga lisan memang harus ada kesadaran dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Karena, pasti kalian gak mau kan dari ucapan kalian malah menimbulkan dosa? Atau kalian gak mau kan kalau omongan jelek itu berbalik ke diri kalian sendiri, atau disebut karma? Think smart, Guyss… Yuk mulai jaga lisan untuk dunia yang lebih baik 😀

30Mei2018



2 responses to “Lidah Tak Bertulang, Tapi Lebih Tajam Dari Pedang”

  1. Gak mau komentar apa-apa, takut salah ucap.

    1. wkwk lu ngomong gitu aja udh komentar nau.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca