Perempuan

Perempuan.
Dia lemah. Begitu lemah tanpa adanya pegangan.
Dia takut. Begitu takut hingga butuh seseorang yang akan menjaganya.
Pertanyaannya, siapa yang akan menjaganya?

Makin kesini, makin banyak orang-orang yang berani menghancurkannya. Banyak orang yang tak mengenal hati nurani. Memanfaatkan kelemahan mereka untuk sesuatu yang bahkan ia tidak mengerti.

Saat ia begitu terpuruk. Siapa yang akan menopangnya? Siapa yang akan menopangnya jika makhluk yang ia percaya bisa menopangnya malah menjatuhkannya. Ada saatnya ia ingin menyerah. Menyerah pada takdir yang membawanya. Walaupun ada sedikit sesal dihati.

Namanya juga perempuan. Perasaannya amat sangat sensitif.
Namanya juga perempuan. Begitu rapuh, bahkan jejak yang orang lain tinggal kan tidak mudah hilang ditelan waktu. Karena seorang perempuan yang ternoda akan tampak berbeda dengan yang putih bersih tanpa cela.

Makhluk bernama laki-laki mungkin menginginkan perempuan yang bersih. Namun, kadang mereka tak sadar bahwa mungkin dirinya bahkan tidak pantas untuk itu. Mereka bahkan lupa bagaimana hukum tabur-tuai. Mereka bisa saja menabur. Tapi mereka tak tau dimana mereka menuai. Karena perbedaan mereka tak kasat mata. Berbeda dengan perempuan. Sekalinya ternoda akan susah hilang walaupun dicuci dengan sabun mahal pun.

Jadi, untuk makhluk bernama perempuan, hati-hati dan jaga diri, selayaknya menjaga orang yang begitu engkau cintai. Dengan tulus.


-12Sep2016



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca