Sejauh apapun kita melangkah, kita sama-sama pernah melewati dan jadi bagian dari masa putih abu-abu ini. Kita pernah dekat selayaknya sebuah keluarga kecil dari SMK kita ini. Tiga tahun memang waktu yang singkat sebelum kita jalani. Tapi nyatanya itu bagaikan sebuah perjalanan panjang dengan berjalan santai. Tenang tapi terasa lama.
Kedekatan ini tak lantas hilang gitu aja setelah kini selesai. Kita bukan orang yang menye-menye yang bilang “jangan lupaiin gue ya” tapi di balik kedekatan ini ada makna tersirat untuk itu. Kita memang beda tapi kita satu. Multimedia!
Karena kita bukan setahun, dua tahun bareng tapi tiga tahun. Banyak kejadian dan peristiwa yang susah atau mungkin setiap seorang punya satu moment yang sulit dilupakan dan masih tertanam dalam benak. Baik duka, suka maupun kebersamaan yang beda dari yang lain.
Beberapa yang ku ingat, pada saat foto lauching baju, hari guru, talkshow, saat mati lampu+mendung kelas jadi kaya malem padahal itu masih jam 2 siang, saat sekelas ketawa karena tingkah konyol Adit, Yoga atau yang lain yang emang konyol, saat ada masalah baik beberapa ada yang saya ingat dan yaa.. tidak bisa diungkap disini, jalan-jalan ke Kotu bareng-bareng, atau sesuatu hal kecil seperti saat guru masuk kita tidur terus dibangunin, atau ditegor saat ketawa berlebihan. Dan kita mengenal banyak sifat orang yang mungkin awalnya kita kira cuma ada di novel dan mungkin itu sebuah sifat atau perilaku yang mustahil. Wkwk
Kebersamaan yang tanpa disadari memberikan kehangatan dan kenyamanan. Kebersamaan ini begitu hangat untuk diingat dan dirasakan kembali. Dan nyaman, entah perasaanku saja atau tidak kau nyaman berbicara atau sekedar sharing sesuatu seperti bicara mengenai abis ini mau apa atau udah kerja dimana.
Tidak usah mengingat yang sedih. Biarlah ia berlalu, jadikan sebuah pelajaran untuk tidak meremehkan sesuatu. Karena yang ini akan tertutupi oleh kesuksesan kita nanti. Amiin.
Aku gak mau ini menjadi sebuah perpisahan tapi sebagai awal. Sebagai awal untuk memulai sesuatu yang baru dengan sifat yang lebih dewasa. Karena kita tidak bisa selamanya seperti ini. Kalau kata orang “setiap pertemuan ada perpisahan.”. Tapi jangan jadikan perpisahan itu sebagai akhir selama tiga tahun ini, tapi sebagai awal untuk menggapai semua impian dan cita-cita. Karena kelak kita akan dipertemukan kembali dengan cara yang berbeda-beda. Dan aku mau kita sama-sama berhasil. Sama-sama dapat meraih semua impian yang saat kita bersama hanya bisa menjadi khayalan. InsyaAllah. Amiin.
“Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan.” George S Patton (1885-1945)
“Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana.” Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954)
“Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bambu yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin.” (Bruce Lee, Aktor Laga Kungfu)











NP: itu dari Pak Asmuni dititip ke Asti
see more photo : https://www.instagram.com/multimedia4thgen/
—
-9Mei2016


Tinggalkan Balasan