Terkadang untuk lebih membumi kita memang harus sadar diri kan?
Beberapa hari yang, temanku dari negeri seberang bercerita tentang dirinya. Intinya, dia menginginkan suatu hal yang menurutku besar dan mungkin aku sendiri tak dapat menggapainya. Pesimis sih, tapi mau bagaimana lagi? Aku merasa itu sebuah keajaiban.
Namun, ini jadi bahan pertanyaan aku sendiri. Apakah ketika kita sadar bahwa diri ini tak mampu adalah bentuk lain dari pesimis? Beberapa hal aku merasa sebagai orang yang sadar diri sampai tak mampu untuk berharap terlalu tinggi. Menurut kalian apakah itu bentuk pesimis pada hidup?
Aku punya pandangan tersendiri untuk ini. Tapi mungkin kita berbeda, bukan?
Aku menganggap sadar diri itu lebih mengerti dan tahu tentang kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Sehingga ketika dihadapkan pada pilihan besar atau keinginan besar itu seperti hal yang sulit. Sedangkan untuk pesimis, aku lebih mengenal bahwa itu sebuah perasaan takut gagal ketika sudah mencoba hal baru. Wajar sih, tapi kadang memang seperti itu kan.
Menurut kalian, apa bedanya pesimis dan sadar diri?
Btw, ini pendek banget, aku tahu itu. Maafkan untuk seminggu ini mungkin akan seperti ini, karena lagi UAS dan untuk fotonya, ditambahkan nanti ya, hehe. Makasih sudah mampir. Jangan lupa beri salam hangat untuk sihujan 🙂
—
#Day16
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
—
-21Mei2019


Tinggalkan Balasan