Source image: tribunjakarta.com

Siapa yang suka NCT Dream? Nah tahun 2019 setelah mengisi sebuah acara di stasiun televise mereka mengunjungi sebuah museum di Jakarta. Siapa yang bisa nebak museum apa? Yup betul sekali, NCT Dream mengunjungi Museum Tekstil. Di sana mereka membuat batik dan mengunjungi galeri batik yang ada di museum tersebut.

Kenapa jadi ke dreamies, semua tuh bermula seminggu yang lalu. Aku mengajak seorang teman untuk main, tapi bukan sekadar main, alias pergi buat bikin DIY. Entah bikin tanah liat, desain topi, atau desain tote bag. Karena temanku ini sudah biasa mencoba kegiatan seperti itu, aku iseng ingin juga diajak haha. Nah muncullah ide buat ngebatik. Katanya mah, “pen ngebatik deh kaya yang dream itu.”

Jadilah hari minggu kemarin kita merealisasikan niat tersebut. Kami janjian jam satu siang di Museum Tekstil. Untungnya kami nggak kesiangan jadi masih bisa buat ngebatik di sana. Buat yang mau ke sana kalian bisa naik KRL Commuter Line terus turun di Stasiun Tanah Abang. Dari sana kalian bisa langsung berjalan kaki karena lokasi museum tekstil ini berada di belakang stasiun tersebut. Kemarin Nauroh bilang kurang lebih 15 menit buat jalan kaki dari stasiun ke museum.

Jam operasional pendopo batik ini hingga jam 3 sore. Nah, karena waktu tutupnya jam tiga sore, akhirnya kita memutuskan buat langsung ngebatik sebelum keliling. Langsung deh jalan ke pendopo batik yang ada di bagian belakang museum. Oh ya, sebelumnya, kami bayar tiket Rp. 5.000 per orang untuk masuk ke museum tersebut.

Masuk ke pendopo batik, kami langsung menuju bagian meja registrasi buat daftar. Buat membuat batik di museum tekstil ini kami dikenakan biaya Rp. 50.000; per orang. Jadi berdua totalnya Rp. 100.000; setelah itu kami langsung diberikan dua buah canting dan dua buah kain putih yang nantinya hasil batik itu bisa kami bawa pulang.

Saat masuk ke pendopo batik kami melihat ada beberapa orang yang menbatik. Lumayan ramai juga untuk minggu sore yang mendung kemarin.

Petugas di sana juga mengarahkan kami dan menjelaskan step-by-step membuat batik. Pertama kami diarahkan untuk memilih motif batik yang ingin dibuat. Setelah milih, kami bisa langsung menjiplak motif tersebut ke atas kain yang sebelumnya sudah dikasih. Nah, kamu bisa pakai pensil, penghapus, yang disediakan untuk menjiplak. Nah, untuk menjaga kertas dan kain biar nggak goyang selama menjiplak, kamu bisa menggunakan jarum pentul yang juga sudah disediakan.

catatansihujan.com-membatik di museum tekstil
Kegiatan menjiplak sebelum membuat batik

Setelah waktu yang nggak panjang itu, akhirnya selesai juga kegiatan menjiplak. Kami langsung lanjut ke step yang selanjutnya yaitu membatik. Yeayyy. Ini dia yang ditunggu-tunggu haha.

ini dia proses yang mendebarkan karena harus beneran kering biar nggak jatoh

Awalnya kami dijelaskan prosesnya dan cara membatik yang benar. Setelah itu, kami ditinggal dan melanjutkan kegiatan membatik ini sendiri-sendiri.

Ini nih kegiatan yang menyenangkan sekaligus melatih kesabaran. Mana kalau belum bisa bakal kena tetesan dari ujung cantingnya. Inilah kira-kira hasil membatik sebelum diberi pewarna.

Setelah selesai, hasil batik ini akan dibawa ke bagian samping pendopo untuk diberi warna. Terdapat beberapa pilihan warna yang bisa kami pilih. Aku memilih warna merah, sedangkan temanku memilih warna biru. Setelah proses pewarnaan selesai, kami menunggu batik yang lagi dijemur dengan berkeliling museum. Kami masuk ke area utama museum yang berisi batik dan galeri batik.

Karena waktu yang terbatas, alias pas selesai keliling jam 3 sore, akhirnya kita balik lagi ke pendopo buat ngambil hasil batik yang sudah dibuat. Meskipun belum kering tetap kita bawa pulang. Untungnya di sana disediain plastik buat bungkus dan nyari makan di tanah abang.

Hasil batik yang sudah diberi pewarna

Kegiatan membatik ini bisa dibilang gampang-gampang-susah guys. Kalau liat dari orang yang ngajarin saat itu keliatan mudah. Aku juga merasa pas awal-awal masih struggle biar tetesan canting pertama nggak terlalu besar saat diletakkan di kain. Tapi setelah beberapa kali, akhirnya ada satu bagian yang aku banggakan karena tetesan cantingnya nggak bikin garisnya terlalu tebal atau malah menetes di bagian yang nggak perlu.

Setelah selesai ini, ada keinginan untuk balik lagi tapi harus lebih bagus lagi hasilnya. Tapi pas balik ngeliat punya orang lain, kami jadi mikir, harusnya dari awal milih motif yang nggak begitu rumit karena baru pertama. Tapi kami malah memilih motif yang ramai dan sulit haha.

Itulah keseruan membatik yang direncanakan secara mendadak. Nantikan kegiatan seru lainnya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *